![]() |
| Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kontroversi setelah menyatakan Israel berhak menguasai wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan rujukan Alkitab. FOTO-REPUBLIKA |
folkkalimantan.com, JAKARTA — Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kontroversi setelah menyatakan Israel berhak menguasai wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan rujukan Alkitab.
Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara di acara Tucker Carlson Show yang tayang Jumat, 11 Februari 2026.
Dalam wawancara tersebut, Carlson menyinggung Kitab Kejadian yang menyebut wilayah dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat sebagai tanah yang dijanjikan. Huckabee menjawab bahwa Israel setidaknya berhak atas wilayah yang saat ini mereka tempati.
“Mereka tidak meminta mengambil semuanya, tetapi mereka meminta untuk mengambil tanah yang sekarang mereka tempati,” kata Huckabee, seperti dikutip Middle East Eye.
Pernyataan itu memicu kritik karena dianggap merujuk pada konsep “Israel Raya”, yakni gagasan tentang wilayah Israel yang mencakup kawasan luas di Timur Tengah. Konsep tersebut pernah dikaitkan dengan pandangan sejumlah tokoh politik Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan Bloomberg News pada Juni 2026, Huckabee juga menyatakan pembentukan negara Palestina di Tepi Barat bukan lagi menjadi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Ia menyebut negara-negara tetangga Israel dapat menyediakan wilayah bagi pembentukan negara Palestina.
Carlson kemudian menanggapi pernyataan Huckabee melalui platform X dan mengundangnya untuk wawancara langsung. Huckabee menerima undangan tersebut, dan Carlson melakukan perjalanan ke Israel untuk pertemuan tersebut.
Dalam pernyataannya kepada Daily Mail, Carlson mengatakan ia dan timnya sempat ditahan petugas keamanan Israel setelah wawancara berlangsung. Ia mengklaim paspor mereka diperiksa dan salah satu anggota timnya diinterogasi.
Carlson juga mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilainya cenderung berpihak pada Israel. Ia dikenal sebagai sekutu Presiden Donald Trump, meskipun kerap berbeda pandangan dalam sejumlah isu kebijakan luar negeri.
Pernyataan Huckabee menambah ketegangan dalam diskursus politik internasional terkait konflik Israel dan Palestina, serta peran Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Sumber : Republika.co.id
