folkkalimantan.com, PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyatakan dukungannya terhadap peran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam mendorong solusi tata kelola pertambangan rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan saat membuka perayaan Dies Natalis ke-72 GMNI Kalimantan Tengah yang dirangkai dengan Seminar Wilayah Pertambangan Rakyat, di Palangka Raya, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD GMNI Kalteng ini menjadi wadah diskusi strategis dalam menyoroti berbagai persoalan pertambangan yang selama ini menjadi isu penting di daerah. Seminar tersebut mengusung tema “Kovanis Pertambangan Rakyat Kalimantan Tengah” dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Edy Pratowo serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa penyelesaian persoalan pertambangan rakyat memerlukan komitmen bersama dari seluruh pihak. Ia optimistis bahwa dengan adanya kesamaan niat dan kerja sama, berbagai tantangan dapat diatasi.
“Kalau kita punya niat dan kebersamaan, tidak ada yang tidak mungkin,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya peran generasi muda, khususnya kader GMNI, dalam mengawal kebijakan pemerintah. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif memberikan kritik yang membangun sekaligus menawarkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan daerah.
“Kami minta kritik, tapi kritik yang membangun dan disertai solusi,” tegasnya.
Terkait Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya mendorong legalitas dan penataan yang lebih baik. Gubernur menyampaikan rencananya untuk kembali berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
“Kalau WPR bisa diselesaikan, maka penataan sektor pertambangan lainnya akan lebih mudah,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong penerapan model koperasi dalam pengelolaan pertambangan rakyat. Menurutnya, sistem tersebut dapat menciptakan pemerataan hasil serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sektor pertambangan merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian. Namun, ia juga menyoroti berbagai tantangan, mulai dari aspek regulasi hingga dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan yang tidak bertanggung jawab.
Ia mengajak seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama mencari solusi yang konstruktif dan strategis demi perbaikan tata kelola pertambangan di Kalimantan Tengah.
Melalui kegiatan Dies Natalis dan seminar ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi kemahasiswaan dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang lebih adil, berkelanjutan, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
