![]() |
| Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai serius mengubah arah pembangunan daerah. Bukan lagi cuma mengandalkan sumber daya alam, tapi beralih ke inovasi dan kreativitas anak muda kampus. |
folkkalimantan.com, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai serius mengubah arah pembangunan daerah. Bukan lagi cuma mengandalkan sumber daya alam, tapi beralih ke inovasi dan kreativitas anak muda kampus.
Salah satu langkah konkretnya: memperkuat Sentra Kekayaan Intelektual (KI) di perguruan tinggi.
Komitmen itu ditegaskan saat kegiatan diseminasi kekayaan intelektual di Palangka Raya, tepatnya di Best Western Palangka Raya, Rabu (4/3).
Acara dibuka oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Linae Victoria Aden yang membacakan sambutan gubernur.
“Pembangunan daerah tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam, tapi harus diperkuat inovasi dan kreativitas SDM yang punya nilai tambah dan daya saing,” ujarnya.
Riset Jangan Cuma Jadi Arsip
Menurut Linae, Sentra KI di kampus bukan sekadar formalitas administrasi. Fungsinya jelas:
membantu dosen, peneliti, dan mahasiswa mendaftarkan paten, hak cipta, hingga merek.
Dengan begitu, hasil riset tidak berhenti sebagai laporan atau skripsi di rak perpustakaan, tapi bisa:
• terlindungi secara hukum
• dikembangkan jadi produk
• bahkan bernilai ekonomi
“Melalui Sentra KI, kampus bisa mengidentifikasi potensi inovasi dan mendampingi peneliti agar mendaftarkan paten serta bentuk KI lainnya,” jelasnya.
Ia menekankan, kekayaan intelektual bukan cuma urusan legalitas, tapi alat penting untuk mendorong ekonomi daerah.
Kolaborasi Pusat–Daerah–Kampus
Penguatan ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat lewat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di bawah Kementerian Hukum Republik Indonesia, hingga perangkat daerah dan perguruan tinggi.
Kerja sama tersebut ditandai penandatanganan perjanjian kolaborasi lintas instansi.
Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI Yasmon serta Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalteng Hajrianor juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemprov berharap, sinergi ini bikin ekosistem inovasi di Kalteng makin matang — dari riset, perlindungan hukum, sampai hilirisasi produk.
Kampus Jadi Motor Ekonomi Baru
Pesan besarnya jelas: kampus tak lagi cuma tempat belajar, tapi motor pertumbuhan ekonomi baru.
Jika Sentra KI berjalan optimal, hasil penelitian mahasiswa dan dosen bisa berubah jadi startup, produk teknologi, atau solusi lokal yang berdampak langsung ke masyarakat.
“Dengan sinergi yang solid, kita optimistis Kalimantan Tengah bisa menjadi daerah yang maju, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Linae.
Buat mahasiswa, ini sinyal positif: ide kreatifmu bukan cuma nilai A di kelas — tapi bisa jadi aset bernilai jutaan bahkan miliaran rupiah.
Sumber : mmc kalteng
